Jumat, 07 Maret 2014

Silsilah Kerajaan di Pasundaan

Silsilah Kerajaan di Pasundaan

  1. SALAKANAGARA (Ibukota di Teluk Lada Pandeglang (RAJATAPURA))
  2. TARUMANAGARA (Ibukota di Bekasi (TARUMANGARA) & Bogor (SUNDAPURA))
  3. SUNDA GALUH (Ibukota di Bogor (PAKUAN); Kuningan (SAUNGGALAH); Ciamis (KAWALI))
  4. PAJAJARAN (Ibukota di Bogor (PAKUAN))

Rajatapura atau Salakanagara (Kota Perak) tercantum dalam Naskah Wangsakerta sebagai kota tertua di Pulau Jawa. Tokoh awal yang berkuasa di sini adalah Aki Tirem. Konon, kota inilah yang disebut Argyre oleh Ptolemeus dalam tahun 150 M, terletak di daerah Teluk Lada Pandeglang. Kota ini sampai tahun 362 M menjadi pusat pemerintahan Raja-Raja Dewawarman (dari Dewawarman I - VIII).

Jayasingawarman pendiri Tarumanagara adalah menantu Raja Dewawarman VIII. Ia sendiri seorang Maharesi dari Salankayana di India yang mengungsi ke Nusantara karena daerahnya diserang dan ditaklukkan Maharaja Samudragupta dari Kerajaan Magada.

Tarumanagara

  1. Jayasingawarman (358 - 382) Jayasingawarman pendiri Tarumanagara adalah menantu Raja Dewawarman VIII. Ia sendiri seorang Maharesi dari SALANKAYANA di India yang mengungsi ke Nusantara karena daerahnya diserang dan ditaklukkan Maharaja Samudragupta dari Kerajaan Magada. Setelah Jayasingawarman mendirikan Tarumanagara, pusat pemerintahan beralih dari Rajatapura ke Tarumangara. Salakanagara kemudian berubah menjadi Kerajaan Daerah. Jayasingawarman dipusarakan di tepi kali Gomati (Bekasi).
  2. Dharmayawarman (382 - 395 M) Dipusarakan di tepi kali Candrabaga.
  3. Purnawarman (395 - 434 M) Ia membangun ibukota kerajaan baru dalam tahun 397 yang terletak lebih dekat ke pantai dan dinamainya "Sundapura". Nama Sunda mulai digunakan oleh Maharaja Purnawarman dalam tahun 397 M untuk menyebut ibukota kerajaan yang didirikannya. Pustaka Nusantara,parwa II sarga 3 (halaman 159 - 162) menyebutkan bahwa di bawah kekuasaan Purnawarman terdapat 48 raja daerah yang membentang dari Salakanagara atau Rajatapura (di daerah Teluk Lada Pandeglang) sampai ke Purwalingga (sekarang Purbalingga?) di Jawa Tengah. Secara tradisional Ci Pamali (Kali Brebes) memang dianggap batas kekuasaan raja-raja penguasa Jawa Barat pada masa silam.
  4. Wisnuwarman (434-455)
  5. Indrawarman (455-515)
  6. Candrawarman (515-535 M)
  7. Suryawarman (535 - 561 M) Suryawarman tidak hanya melanjutkan kebijakan politik ayahnya yang memberikan kepercayaan lebih banyak kepada raja daerah untuk mengurus pemerintahan sendiri, melainkan juga mengalihkan perhatiannya ke daerah bagian timur. Dalam tahun 526 M, misalnya, Manikmaya, menantu Suryawarman, mendirikan kerajaan baru di Kendan, daerah Nagreg antara Bandung dan Limbangan, Garut. Sedangkan putera Manikmaya, tinggal bersama kakeknya di ibukota Tarumangara dan kemudian menjadi Panglima Angkatan Perang Tarumanagara. Perkembangan daerah timur menjadi lebih berkembang ketika cicit Manikmaya mendirikan Kerajaan Galuh dalam tahun 612 M.
  8. Kertawarman (561-628)
  9. Sudhawarman (628-639)
  10. Hariwangsawarman (639-640)
  11. Nagajayawarman (640-666)
  12. Linggawarman (666-669) Tarumanagara sendiri hanya mengalami masa pemerintahan 12 orang raja. Dalam tahun 669, Linggawarman, raja Tarumanagara terakhir, digantikan menantunya, Tarusbawa. Linggawarman sendiri mempunyai dua orang puteri, yang sulung bernama Manasih menjadi istri Tarusbawa dan yang kedua bernama Sobakancana menjadi isteri Dapuntahyang Sri Jayanasa pendiri Kerajaan Sriwijaya.
  13. TARUSBAWA (669 – 723 M) Tarusbawa yang berasal dari Kerajaan Sunda Sambawa menggantikan mertuanya menjadi penguasa Tarumanagara yang ke-13. Karena pamor Tarumanagara pada zamannya sudah sangat menurun, ia ingin mengembalikan keharuman zaman Purnawarman yang berkedudukan di purasaba (ibukota) Sundapura. Dalam tahun 670 ia mengganti nama Tarumanagara menjadi Kerajaan Sunda. Peristiwa ini dijadikan alasan oleh Wretikandayun, cicit Manikmaya, untuk memisahkan Kerajaan Galuh dari kekuasaan Tarusbawa. Karena Putera Mahkota Galuh (SENA or SANNA) berjodoh dengan Sanaha puteri Maharani Sima dari Kerajaan Kalingga, Jepara, Jawa Tengah, maka dengan dukungan Kalingga, Wretikandayun menuntut kepada Tarusbawa supaya bekas kawasan Tarumanagara dipecah dua. Dalam posisi lemah dan ingin menghindarkan perang saudara, Tarusbawa menerima tuntutan Galuh. Dalam tahun 670 M Kawasan Tarumanagara dipecah menjadi dua kerajaan, yaitu: Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh dengan Citarum sebagai batas.

Kerajaan Sunda Galuh

  1. TARUSBAWA (670 – 723 M) Maharaja Tarusbawa kemudian mendirikan ibukota kerajaan yang baru, di daerah pedalaman dekat hulu Cipakancilan. Dalam cerita Parahiyangan, tokoh Tarusbawa ini hanya disebut dengan gelarnya: Tohaan di Sunda (Raja Sunda). Ia menjadi cikalbakal raja-raja Sunda dan memerintah sampai tahun 723 M. Karena putera mahkota wafat mendahului Tarusbawa, maka anak wanita dari putera mahkota (bernama Tejakancana) diangkat sebagai anak dan ahli waris kerajaan.Suami puteri inilah yang dalam tahun 723 menggantikan Tarusbawa menjadi Raja Sunda.
  2. Sanjaya / Rakeyan Jamri / Prabu Harisdama (723 – 732M) Cicit Wretikandayun ini bernama Rakeyan Jamri. Sebagai penguasa Kerajaan Sunda ia dikenal dengan nama Prabu Harisdarma dan kemudian setelah menguasai Kerajaan Galuh ia lebih dikenal dengan Sanjaya. Ibu dari Sanjaya adalah SANAHA, cucu Maharani SIMA dari Kalingga, di Jepara. Ayah dari Sanjaya adalah Bratasenawa / SENA / SANNA, Raja Galuh ketiga, teman dekat Tarusbawa. Sena adalah cucu Wretikandayun dari putera bungsunya, Mandiminyak, raja Galuh kedua (702-709 M). Sena di tahun 716 M dikudeta dari tahta Galuh oleh PURBASORA. Purbasora dan Sena sebenarnya adalah saudara satu ibu, tapi lain ayah. Sena dan keluarganya menyelamatkan diri ke Pakuan, pusat Kerajaan Sunda, dan meminta pertolongan pada Tarusbawa. Ironis sekali memang, Wretikandayun, kakek Sena, sebelumnya menuntut Tarusbawa untuk memisahkan Kerajaan Galuh dari Tarumanegara / Kerajaan Sunda.Dikemudian hari, Sanjaya yang merupakan penerus Kerajaan Galuh yang sah, menyerang Galuh, dengan bantuan Tarusbawa, untuk melengserkan Purbasora. Setelah itu ia menjadi Raja Kerajaan Sunda Galuh. Sebagai ahli waris Kalingga, SANJAYA kemudian menjadi penguasa Kalingga Utara yang disebut Bumi MATARAM dalam tahun 732 M. Dengan kata lain, Sanjaya adalah penguasa Sunda, Galuh dan Kalingga / Kerajaan Mataram (Hindu). Kekuasaan di Jawa Barat diserahkannya kepada puteranya dari Tejakencana, yaitu Tamperan atau Rakeyan Panaraban.
  3. Tamperan Barmawijaya / Rakeyan Panaraban (732 - 739 M) Ia adalah kakak seayah Rakai Panangkaran, Raja Kerajaan Mataram (Hindu) ke 2, putera Sanjaya dari Sudiwara puteri Dewasinga Raja Kalingga Selatan atau Bumi SAMBARA.
  4. Rakeyan Banga (739-766 M).
  5. Rakeyan Medang Prabu Hulukujang (766-783 M).
  6. Prabu Gilingwesi, menantu no. 5,(783-795 M).
  7. Pucukbumi Darmeswara, menantu no. 6, (795-819 M).
  8. Prabu Gajah Kulon Rakeyan Wuwus (819-891 M).
  9. Prabu Darmaraksa (adik-ipar no. 8, 891 - 895 M).
  10. Windusakti Prabu Dewageng (895 - 913 M).
  11. Rakeyan Kemuning Gading Prabu Pucukwesi (913-916 M).
  12. Rakeyan Jayagiri Prabu Wanayasa, menantu no. 11, (916-942 M).
  13. Prabu Resi Atmayadarma Hariwangsa (942-954 M).
  14. Limbur Kancana,putera no. 11,(954-964 M).
  15. Prabu Munding Ganawirya (964-973 M).
  16. Prabu Jayagiri Rakeyan Wulung Gadung (973 - 989 M).
  17. Prabu Brajawisesa (989-1012 M).
  18. Prabu Dewa Sanghyang (1012-1019M).
  19. Prabu Sanghyang Ageng (1019 - 1030 M), berkedudukan di Galuh.
  20. Prabu Detya Maharaja Sri Jayabupati (1030‚ - 1042 M ), berkedudukan di Pakuan. Pada masa itu Sriwijaya / orang Melayu menjadi momok yang menakutkan. Kerajaan Sunda Galuh untuk menghindari konflik dengan Sriwijaya, melakukan hubungan pernikahan antara raja ke 19, Prabu Sanghyang Ageng (Ayah dari Sri Jayabupati) dengan putri Sriwijaya. Jadi ibu Sri Jayabupati adalah seorang puteri Sriwijaya dan masih kerabat dekat Raja WURAWURI. Permaisuri Sri Jayabupati adalah puteri Dharmawangsa (adik Dewi LAKSMI isteri AIRLANGGA). Karena pernikahan tersebut Jayabupati mendapat anugerah gelar dari mertuanya (DHARMAWANGSA). Gelar itulah yang dicantumkannya dalam Prasasti Cibadak. Raja Sri Jayabupati pernah mengalami peristiwa tragis. Dalam kedudukannya sebagai Putera Mahkota Sunda keturunan Sriwijaya dan menantu Darmawangsa, ia harus menyaksikan permusuhan yang makin menjadi-jadi antara Sriwijaya dengan mertuanya (Dharmawangsa). Pada puncak krisis ia hanya menjadi 'penonton' dan terpaksa tinggal diam dalam kekecewaan karena harus 'menyaksikan' Darmawangsa diserang dan dibinasakan oleh raja Wurawuri atas dukungan Sriwijaya. Ia diberi tahu akan terjadinya serbuan itu oleh pihak Sriwijaya, akan tetapi ia dan ayahnya 'diancam' agar bersikap netral dalam hal ini. Serangan Wurawuri yang dalam Prasasti Calcuta disebut Pralaya itu terjadi tahun 1019 M. Sriwijaya sendiri musnah di tahun 1025 karena serangan Kerajaan Chola dari India. Tahun 1088, Kerajaan Melayu Jambi, menaklukan Sriwijaya, dan berkuasa selama dua ratus tahun. Dua abad kemudian, kedua kerajaan tersebut menjadi taklukan kerajaan Singhasari di era Raja Kertanegara, dengan mengirimkan Senopati Mahisa / Kebo / Lembu ANABRANG, dalam ekspedisi PAMALAYU 1 dan 2, dengan pertimbangan untuk mengamankan jalur pelayaran di selat Malaka yang sangat rawan Bajak Laut setelah runtuhnya Sriwijaya di tahun 1025. Mahisa Anabrang yang menikah dengan DARA JINGGA (anak dari Raja Kerajaan Melayu Jambi, MAULIWARMADHEWA), adalah ayah dari Adityawarman, pendiri Kerajaan Pagaruyung. Dara Jingga dikenal juga sebagai BUNDO KANDUANG dalam hikayat Kerajaan Pagaruyung atau Minangkabau. Mungkin istilah MINANG-KABAU berasal dari adanya KEBO (KEBO / Mahisa / Lembu ANABRANG) yang me-MINANG putri Raja Kerajaan Dharmasraya / Kerajaan Melayu Jambi.
  21. Raja Sunda ke 21 berkedudukan di Galuh
  22. Raja Sunda ke 22 berkedudukan di Pakuan
  23. Raja Sunda ke 23 berkedudukan di Pakuan
  24. Raja Sunda ke-24 memerintah di Galuh
  25. PRABU GURU DHARMASIKSA, mula-mula berkedudukan di Saunggalah, kemudian pindah ke Pakuan.
  26. RAKEYAN JAYADARMA, berkedudukan di Pakuan. Menurut PUSTAKA RAJYARAJYA i BHUMI NUSANTARA parwa II sarga 3: RAKEYAN JAYADARMA adalah menantu MAHISA CAMPAKA di Jawa Timur karena ia berjodoh dengan putrinya MAHISA CAMPAKA bernama DYAH SINGAMURTI alias DYAH LEMBU TAL. Mahisa Campaka adalah anak dari MAHISA WONGATELENG, yang merupakan anak dari KEN ANGROK dan KEN DEDES dari kerajaan SINGHASARI. Rakeyan Jayadarma dan Dyah Lembu Tal berputera SANG NARARYA SANGGRAMAWIJAYA atau lebih dikenal dengan nama RADEN WIJAYA (lahir di PAKUAN). Dengan kata lain, Raden Wijaya adalah turunan ke 4 dari Ken Angrok dan Ken Dedes. Karena Jayadarma wafat dalam usia muda, Lembu Tal tidak bersedia tinggal lebih lama di Pakuan. Akhirnya Wijaya dan ibunya diantarkan ke Jawa Timur. Dalam BABAD TANAH JAWI, Wijaya disebut pula JAKA SUSURUH dari PAJAJARAN yang kemudian menjadi Raja MAJAPAHIT yang pertama. Kematian Jayadarma mengosongkan kedudukan putera mahkota karena Wijaya berada di Jawa Timur. Jadi, sebenarnya, RADEN WIJAYA, Raja MAJAPAHIT pertama, adalah penerus sah dari tahta Kerajaan Sunda yang ke-27.
  27. Prabu Ragasuci (1297 – 1303M) berkedudukan di Saunggalah dan dipusarakan di Taman, Ciamis. Ragasuci sebenarnya bukan putera mahkota karena kedudukanya itu dijabat kakaknya RAKEYAN JAYADARMA. Permaisuri Ragasuci adalah DARA PUSPA (Puteri Kerajaan Melayu) adik DARA KENCANA isteri KERTANEGARA, dari kerajaan SINGHASARI di Jawa Timur.
  28. Prabu Citraganda (1303 – 1311 M), berkedudukan di Pakuan. Ketika wafat ia dipusarakan di Tanjung.
  29. Prabu Lingga Dewata (1311 – 1333), berkedudukan di Kawali.
  30. Prabu Ajiguna Wisesa (1333 - 1340), berkedudukan di Kawali, adalah menantu Prabu Lingga Dewata. Sampai tahun 1482 pusat pemerintahan tetap berada di sana. Bisa dikatakan bahwa tahun 1333 - 1482 adalah ZAMAN KAWALI dalam sejarah pemerintahan di Jawa Barat dan mengenal 5 orang raja. Lain dengan Galuh, nama Kawali terabadikan dalam dua buah prasasti batu peninggalan PRABU RAJA WASTU yang tersimpan di "ASTANA GEDE" Kawali. Dalam prasasti itu ditegaskan "mangadeg di kuta Kawali" (bertahta di kota Kawali) dan keratonnya disebut SURAWISESA yang dijelaskan sebagai "Dalem sipawindu hurip" (keraton yang memberikan ketenangan hidup).
  31. Prabu Maharaja Lingga Buana (1340 – 1357).
  32. MANGKUBUMI SURADIPATI atau PRABU BUNISORA, adik Prabu Lingga Buana. Ada yang menyebut PRABU KUDA LALEAN. Dalam BABAD PANJALU (Kerajaan Panjalu Ciamis) disebut PRABU BOROSNGORA. Selain itu ia pun dijuluki BATARA GURU di Jampang karena ia menjadi pertapa dan resi yang ulung).
  33. Prabu Raja Wastu atau Niskala Wastu Kancana(1371-1475). Beliau adalah anak Prabu Lingga Buana, dinobatkan menjadi raja pada tahun 1371 pada usia 23 tahun. Permaisurinya yang pertama adalah LARA SARKATI puteri Lampung. Dari perkawinan ini lahir SANG HALIWUNGAN (setelah dinobatkan menjadi Raja Sunda bergelar PRABU SUSUKTUNGGAL). Permaisuri yang kedua adalah MAYANGSARI puteri sulung Bunisora atau Mangkubumi Suradipati. Dari perkawinan ini lahir NINGRAT KANCANA (setelah menjadi penguasa Galuh bergelar PRABU DEWA NISKALA). Setelah Wastu Kancana wafat tahun 1475, kerajaan dipecah dua diantara Susuktunggal dan Dewa Niskala dalam kedudukan sederajat. Politik kesatuan wilayah telah membuat jalinan perkawinan antar cucu Wastu Kencana. JAYADEWATA, putera Dewa Niskala mula-mula memperistri AMBETKASIH (puteri KI GEDENG SINDANGKASIH). Kemudian memperistri SUBANGLARANG (puteri KI GEDENG TAPA yang menjadi Raja Singapura). Subanglarang ini keluaran pesantren Pondok QURO di PURA, Karawang. Ia seorang wanita muslim murid SYEKH HASANUDIN yang menganut MAHZAB HANAFI. Pesantren Qura di Karawang didirikan tahun 1416 dalam masa pemerintahan Wastu Kancana. Subanglarang belajar di situ selama 2 tahun. Ia adalah nenek SYARIF HIDAYATULLAH. Kemudian memperistri KENTRING MANIK MAYANG SUNDA puteri Prabu Susuktunggal. Jadilah antara Raja Sunda dan Raja Raja Galuh yang seayah ini menjadi besan. Di tahun 1482, Prabu Dewa Niskala menyerahkan Tahta Kerajaan Galuh kepada puteranya Jayadewata. Demikian pula dengan Prabu Susuktungal yang menyerahkan Tahta Kerajaan Sunda kepada menantunya ini (Jayadewata). Dengan peristiwa yang terjadi tahun 1482 itu, kerajaan warisan Wastu Kencana berada kembali dalam satu tangan. JAYADEWATA memutuskan untuk berkedudukan di Pakuan sebagai "Susuhunan" karena ia telah lama tinggal di sini menjalankan pemerintahan sehari-hari mewakili mertuanya. Sekali lagi Pakuan menjadi pusat pemerintahan. Zaman Pajajaran diawali oleh pemerintahan Ratu Jayadewata yang bergelar Sri Baduga Maharaja yang memerintah selama 39 tahun (1482 - 1521). Pada masa inilah Pakuan mencapai puncak perkembangannya.

Raja-Raja Sunda yang menjadi Raja di Mataram dan Majapahit

Jadi ada dua penerus sah dari tahta KERAJAAN SUNDA yang menjadi raja besar di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
  1. Sanjaya / Rakeyan Jamri / Prabu Harisdama, raja ke 2 Kerajaan Sunda (723 – 732M), menjadi raja di Kerajaan Mataram (Hindu) (732 - 760M). Ia adalah pendiri Kerajaan Mataram Kuno, dan sekaligus pendiri Wangsa Sanjaya.
  2. Raden Wijaya, penerus sah Kerajaan Sunda ke – 27, yang lahir di Pakuan, menjadi Raja Majapahit pertama (1293 – 1309 M).

Pajajaran

  1. Sri Baduga Maharaja (1482 – 1521)
  2. Surawisesa (1521 – 1535)
  3. Ratu Dewata (1535 – 1543)
  4. Ratu Sakti (1543 – 1551)
  5. Raga Mulya (1567 – 1579)
Berakhirnya zaman Pajajaran (1482 - 1579), ditandai dengan diboyongnya PALANGKA SRIMAN SRIWACANA (Tempat duduk tempat penobatan tahta) dari Pakuan ke Surasowan di Banten oleh pasukan Maulana Yusuf. Batu berukuran 200 x 160 x 20 cm itu terpaksa di boyong ke Banten karena tradisi politik waktu itu "mengharuskan" demikian.
Pertama, dengan dirampasnya Palangka tersebut, di Pakuan tidak mungkin lagi dinobatkan raja baru.
Kedua, dengan memiliki Palangka itu, Maulana Yusuf merupakan penerus kekuasaan Pajajaran yang "sah" karena buyut perempuannya adalah puteri Sri Baduga Maharaja.
Palangka Sriman Sriwacana sendiri saat ini bisa ditemukan di depan bekas Keraton Surasowan di Banten. Karena mengkilap, orang Banten menyebutnya WATU GIGILANG. Kata Gigilang berarti mengkilap atau berseri, sama artinya dengan kata Sriman.

Bahasa Sunda

Bahasa Sunda digunakan oleh lebih kurang 27 juta orang dan merupakan bahasa kedua paling banyak digunakan di Indonesia setelah Bahasa Jawa. Bahasa ini ditutur oleh mereka di bagian selatan Provinsi Banten dan di kebanyakan tempat di Jawa Barat.
Ada terdapat beberapa dialek dalam bahasa Sunda, dari dialek Sunda-Banten sampai dialek Sunda-Jawa Tengahan yang mencampurkan banyak elemen dari bahasa Jawa.
Beberapa dialek yang jelas kedengaran adalah:Banten, Bogor, Priangan, dan Cirebon.
Disebabkan pengaruh budaya Jawa semasa pemerintahan Kesultanan Mataram, bahasa Sunda, terutama sekali di kawasan Parahyangan, memiliki beberapa lapisan bermula dengan bahasa paling rasmi, atau versi "halus", hingga ke cara penuturun harian yang dipanggil versi "loma" atau "lancaran".
Namun di kawasan-kawasan pergunungan dan di Banten, versi "loma" paling banyak digunakan tetapi cara pertuturun "loma" ini dianggap kasar oleh mereka yang berasal dari Bandung.


Kamis, 06 Maret 2014

Sipat anu kudu di kanyahokeun

Wajib ka sakur jalma mukalap
Nyaho mu’taqod anu geus teuhilap
Nyahona kudu sing ka ma’rifat
Karana taklidmah eta masih keneh leupat
Numutken ro’yu imam sanusi
Ari iman taklid eta kudu pisan risi
Dauhannana ari taklid dina iman
Eta heunteu suwung – suwung tina pareubuta
wal muqallidu kaapirun sohiibuhu
Khoolidun finnari wazalika fakhopuuhu
Ari jalma taqlid jeung anu ngabareungana
Eta kanaraka urang kudu rerempangan
Supaya iman heunteu kasup taklid
Maka kudu ngaji kana ilmu aqoid
Ari jalma taqlid eta percayana kuat
Ngan teu boga dalil anu beuneur sarta teupat
Ngan moal paham kana ilmu aqoid
Anging ngarti heula anu tilu masing mupid
Hiji wajib aqli dua mustahil aqli
Tilu weunang ceuk aqal nudiseubut zaiz aqli
Ari wajib aqli etateh ngarti aqal
Ayana iyeu alam pasti aya nu ngadameul
Teugeusna akal teu nampa kana ayana ieu alam
Mun euweuh nu ngadameul ku urang pikir sing paham
Numutkeun ahli aqoid wajib ceuk aqal ta’ripna
Nyaeta perkara anu teu kaharti euweuhna
Seperti ayana jirim eta meusti ngalap meunggon
Teu kaharti jirim lamun heunteu ngalap menggon
Ari mustahil aqli ngijir paleunggeurannana
eta sakur peurkara anu teu kaharti ayana
Saperti kumpulna usik jeung cicing kumpul sawaktu
Dina hiji perkara satempat deui nyakitu
Ari zaiz aqli aqal urang kudu ngarti
eta sakur peurkara aya euweuhna kaharti
Sapeurti jaed kacaturkeun boga anak
Atawa kijaed teu kacatur boga anak
Kana sakabeh mu’taqod manusa kudu ma’rifat
Wajib ngarti kana dalilna anu di sebat
Maka teu cukup ma’rifat kana sawareh
tapi wajib anu ma’rifat anu sakabeh
Naha dalil aqli atawana dalil naqli
Dalil aqli oge ijmali atawa tafsili
Ari dalil aqli eta akal urang ngarti
Buktina ieu alam aya nu ngadameul misti
ari dalil naqli ngadalilan ku Al qur’an
kana aya nu ngadameul ku manteuna di dauh keun
Anu fardu aen mah ngarti kana dalil izmal
Hukumna fardhu kipayah ngarti kana dalil tafsil
Ari dalil izmal nu pinteur na anu awam
Ngadalilan aya Allah kuayana ieu alam
ngadalilan aya Allah ku pedah ayana alam
Eta di sebut dalil izmal kudu pisan faham
Ari dalil tafsil ngadalilan aya Allah
Ku mumkin ayana alam boh ku aya ba’da euweuh
Ari sakabeh mu’taqoh eta aya lima puluh
Nu opat puluh hiji disebutna ilahiyah
Anu wajib dua puluh nu mustahil dua puluh
Sipat nu weunang hiji urang kudu pisan kukuh 
Nu wajib di rosul opat anu mustahilna opat
Sipat nu weunang hiji kade pisan ulah leupat

1.     Sifat Wujud
Kahijina sifat wujud sifat nu wajib di Allah 
Hartina ayana Allah ta’ala mustahil euweuh
Ari dalil kana wujudna Allah ta’ala
Nyaeta buktina ieu alam nu pertela
Ari pangna ieu alam sah dipake ngadalilan
Kana ayana Allah ta’ala nu maha loman
Sabab ieu alam anyar aya nu nganyarken
Moal aya anyar lamun euweuh anu nyieun
Ari alam pangna anyar eta osok rubah robah
Tina poek kana caang tina aya kana euweuh
2.     Sipat Kidam
Wajib di hak Allah sifat kidam kaduana 
Hartina ayana Allah heunteu aya mimitina
Anyarna ieu alam jadi dalil kana kidam
Sabab mun Allah teu kidam saha nu nganyarken Alam
Kana anyar ieu alam aqal urang eunggeus ngarti
samangsa teuteup anyarna aya nu ngadameul misti
Lamun Allah anyar tangtu aya nu nganyarkeun
Tangtu nu nganyarkeun oge butuheun kanu nganyarkeun

Mangka kitu saterusna moal rek aya tungtungna
Eta disebut tasalsul anu yakin mustahilna
Tawa ngadago dat sejen Allah taala ayana
Eta moal kaharti sabab daor disebutna
Sabab dat sejen ayana ngadago ayana Allah

Anu matak mustahil padago - dagona Allah
Atuh Ka Allah mustahil tetepna daor tasalsul
Maka kusab kitu anyarna Allah mustail
3.     Sipat Baqo
Wajib dihak Allah sifat baqo katiluna
Hartina ayana Allah eta te aya tungtungna
Ayana Allah taalamah moal kena ku ruksak
Naha alam ker aya atawa ges ancur beak
Anu jadi dalil kana langgengna dat Allah
Sabab mun Allah teu langgeng tangtu anyar teu salah
Anyarna Allah taala kapan etateh mustahil
Atuh ku uarang kaharti teu langgeng Allah mustahil
Urang ges ngarti kasipatan qidam
Alah mustahil anyar sabab nu anyarmah alam
4.     Sifat Mukholafatul Lil Hawadisi
Ari sifat nu ka opat mukholafatuhu tangala
Lijamiil makhkuqoti subhanahu watangala
Hartina beda jeng makhluk ayana Allah tangala
Boh dina dat dina sifat tegesna dina sagala
Tina kabedaan Allah teu ngalaf fanggonan
Teu dikaler teu di kidul teu di kulon teu di wetan
Teu diluhur teu di handap jeng henteu di teungah- teungah
Henteu kakurung ku waktu jeng ku tempat kade salah
Henteu letik henteu gede heunteu hawuk henteu heurang
Lain sinar lain cahya lain poek lain caang
Rupa rupa dat jeng sipat oge deuih pagawean
Anu araya dimakhluk di Allah reu aya pisan
Sabab sagalana makhluk di dameul ku Allah
Tina datna boh sifatna katut tingkah paripolah
Dat Allah mah kodim nyakitu deui sipatna
Oge dat Allah baqo moal rek aya ruksakna
Mustahil Allah taala nyarupaan kana alam
Yaa robbana lakal hamdu yaa dal jalali wal iqrom
Ari dalil kana bedana Allah ta’ala
Jeng makhluk anu di damel ku mantena nu pertela
Lamun Allah dikira-kuira ken akur jeung nu anyar
Tangtu Allah oge anyar seudeung lamun kitu sasar
Anyar pikeun Allah eta geus jeulas mustahil
Moal bias di bantah sabab tetep make dalil
Karana Allah ta’ata anu teuteup qidamna
Teugeusna euweuh mimiti matak mustahil anyarna
5.     Sifat Al Qiyamuhu Binafsih
Sifat nu kalmia qiyamuhu binafsihi
Jumeuneung kalawan datna gusti Allah fi haqihi
Ma’nana Allah ta’ala teu butuh kana dat sejen
Jeng teu butuh kanu nyieun tegesna kanu ngayaken
Dalilnamah eta lamun di kira-kirakeun
ayana Allah ta’ala butuhen kana dat sejen
Tangtu Allah eta sifat seudeung lamun kitu leupat
Kapan Allah ta’ala dat mustahil butuh kana dat
Nu butuh kana dat eta henteu samar sifat
Kapan Allah ta’ala dat henteu butuh kana teumpat
Jeng mun dikira-kirakeun butuheun kanu ngayakeun
Tangtu Allah eta anyar sabab dijieun nu sejen
Allah henteu butuh ti dat sejen jeng nu nyien
Allah a’damul iftiqor tegesna hente butuhen
Deih dalil dina Qur’an piken urang leuwih yakin
Nyaeta ayat wahua goniyyun ‘anil ‘alamiin
6.     Sifat wahdaniat
Sifat nu ka genep nu wajib peken hak Allah
Eta pisan wahdaniat kade pisan ulah salah
Hartina Allah ta’ala teu bing- bilangan ayana
Dina datna jeng sifatna nyakitu dei damelna
Allah wahdaniat fiddat hiji dina datna
Jeng wahdaniat fissifat sahiji dina sifat-sifatna
Jeng wahdaniat fil af’al hiji dina padamelanana
Tegesna sakabeh mumkin fidamel manteuna
Hiji datna Allah beresih tina dua kam
Kam muttasil kam munfasil ya sohibbu fata’allam

Ari kam muttasil fiddat eta hijina dat Allah
Henteu narima kabagi kana zuz anu katelah

Eweh sebutan saparapat jeng satengah
Saperlima sapergenep satuluyna anu lumrah

Sabab kam muttasil fiddat eta hijina dat Allah
Heunteu kasusun tina zuz bingbilangan anu kafrah

Kam munfasil fiddat Allah ta’ala hijina
Hebteu dua henteu tilu tegesna eweh rencangna

Lain anu di putraken jeng henteu anu putraan
Tunggal anu sajatina eweh anu ngarencangan

Sabab lamun teuteup kam tang tu Allah anyarna
Atuh kam muttasil fiddat eta jelas mustahilna

Jeng lamum dikira-kiraken pangeran aya duana
Saluyu naha pasea moal kaharti buktina

Najan saluyu numatak moal kaharti
Sabab jadi apes salasahijina misti

Tangtu nuhiji ngayaken hijideuige ngayaken
Lamun nu hiji deui ngwehken hiji deui ge ngewehken

Ngan aya jeung euweuh bisa dikira-kiraken
Eta tapak nu tiheula nu ka dua teu napakan

Keresana nu kadua ngayakeun nu ges aya
Nyakitu deui ngewehken nu geus euweuh teu sulaya

Ana kitu apeus pangeran aya duana
Atuh pangeran aya duateh eta jelas mustahilna

Karena ari apeusteh lain sipatna pangeran
Tapi sipat anu anyar nu teu aya kamampuhan

Allah beresih ti kam muttasil pissifat
Hente aya rangkeup-rangkeup sifat Allah nu kasebat

Henteu aya qudrat sua kitu deui iradatna
satuluyna hiji-hiji Allah ta’ala sifatna

Kam munfasil sipat piken kak Allah beresih
Hartina sifat Allah eta dinu sejen euweuh

Piken sakabehna makluk urang kudu pina yakin
Eweuh nu bogaeun sipat saperti rabbil ‘alamin

Allah beresih ti kam muttasil fil af’al
Teugesna lianti Allah teu aya nu gaduh dameul

Sabab didamel ku Allah jirim jeng gawena
Dalilna Wallahu kholaqokum wamaa ta’maluun

Wallahu a’lam ari Allah eta nyieun
Ka aranjen jeng perkara anu aranjen ngalampahken

Dalil aqal dalil naqal ges nuduhken dunana
Kana sahijina Allah dat sipat jeng dameulna






7.     Sifat Qudrat
Sifat nomer tujuh piken hak Allah ta’ala
Nyaeta sifat qudrat kudu ngarti sing pertela
Hartina Allah ta’ala kasifatan ku kawasa
Kana sakabeh nu mumkin tegeuna sagala bisa
Ari mumkinteh nyaeta makhluk buktina
Nu sok dibasakeun alam sakapeungmah  disebutna
Mustahil Allah apeus sabab geus jelas dalilna
Nyaeta ieu alam anu pertela buktina
Lamun Allah apeus tangtu moal bukti alam
Ari sedeng eta alam bukti nyata tur ka faham

Mangka atuh eta jelas dat Allah teh wajib
qudrot
Anu hente nekadkeun jalma sasar nu ka seubat
Ngayakeun nu mumkin jeung ngeuweuhken nu mumkin teh
Eta qudratna Allah ta’alukna tujuh shoheh
Kkahiji suluhi qodim eta kapanteusan kholik
Dina zaman ajali ngayaken ngeuweuhken makhluk
Nu kadua qobdoh hartina kawasana Allah
Dina zaman ajali nganggeurken ka makhluk euweuh
Katilu tanjiji hadis nyaeta Allah ta’ala
Kawasa ngayaken makhluk ku qudratna nu pertela
Nu ka opat kobdoh eta kawasana Allah
Neuteupkeun ayana makhluk samemeh ngareupkeun euweuh
Mun Allah ngarepken aya tangtu aya satuluyna
Mun Allah ngareupkeun euweuh nyakitu tangtu euweuhna
Taallukna qudrat anu nomor kalimana
Nyaeta tanzizi hadis kawas anu katiluna
Ngan ari harti ieumah Allah ta’ala ngewehken
Ka makhluk sabada aya ke manteuna disepikeun
Ka genep qobdoh eta kawasana Allah
neteupkeun euweuhna makhluk dina kaayaan euweuh
sabab sakabehna makhluk anu ayana ges bukti
Eta bakal eweuh heula ges kitu kareupna gusti
8.     Sipat Irodat
Wajib pikeun Allah irodat ka dalapana
Hartina Allah ta’ala sakareup-kareup manteuna
mustahil Allah ta’ala eta kapaksa ayana
Sabab mun Allah kapaksa eta apeus di seubutna
Allah ta’ala henteu kapaksa ayana
kana ngabuktikeun mumkin eta sakeursa manteuna
Sakareup-kareupna Allah ngeweuhken ngayakeunnana
Kana sugih jeung fakirna jeung panjang pondok  umurna
Ku karepna alloh jangkung pendek gering
Susah bungah hirup maot nu bodo jeung nu pinter
Nyakitu bagja cilaka bahaya tawa santosa
Renghap kiceup usik milik urang heunteu kumawasa
Ta’alluk irodat etateh tujuh lobana
Akur jeng ta’alluk kudrot dina tartib jeung ngaranna
Ngan ari dina kudrotmah eta kawasana Alloh
Ari dina irodat mah eta panangtuan Alloh
9.     Sifat illmu
Wajib di hak Alloh sifat nomeur ka salapan

Nyaeta sifat ilmu Alloh uninga eunyaan
Panguninga Alloh kana sakabeh anu mumkin

Euweuh pisan kasamaran jauh deket dohir batin
Tingkah polah makhluk usik cicing diuk nangtung

Katut kereteug atina keur alloh taya hahalang
Ari ilmuna alloh eta ilmu anu kodim

Alloh heuteu bodo heula uningana kana ma’lum
Ta’allukna ilmu eta teh tilu lobana

Kanu wajib jeung mustahil nyakitu deui jaizna
Alloh ta’ala uninga kana perkara anu wajib

Jeung mustahil jeung anu wenang euweuh perkara anu goib
Ari dalil kana ilmuna robbul ijjati

Nya’eta buktina alam ku urang oge kaharti
Sabab lamun Alloh bodo tangtu moal bikti alam
Ari seudeung ieu alam bukti nyata tur kapaham
10.                        Sifat Hayat
Wajib di hak Alloh sifat nomeur sapuluhna
Nyaeta sifat hayat Alloh teh wajib hirupna
Mustahil Alloh eta dzat anu heunteu tetep hayat

Teugeusna mustahil Alloh ta’ala teh eta maot
Ari dalil kana Alloh ta’ala hirupna 
Nyaeta buktina alam ku kawasana manteuna
Sabab lamun Alloh maot tangtu moal kasifatan
Ku kawasa jeung ku kareup oge deui kapinteuran 



11.            Sipat Sama
Wajib di hak Alloh sipat nomer sabelasna

Nya’eta sipat sama Allah wajib ngadanguna 
Mangka eta mustahil teuteupna torek dat Allah
Sabab torek sipat kurang keur Allah henteu mereunah
Ari dalil kana Allah teuteup ngdanguna
Sabab lamun Allah torek eta Allah teu sampurna
Karena Allah ta’ala dat anu maha sampurna

Beresih tina sagala kakurang piken manteuna
Lamun dat Allah lain dat anu sampurna
mangka silih sarupaan tangtu Allah teh anyarna
Ari anyarna dat Allah subhanahu wata’ala

Kapan etateh mustahil dina kitab ges peurtela







12.  Sifat Bashor
Nu nomeur dua beulas wajib di Allah ta’ala
Nyaeta sipat bashor Alloh ta’ala peurtela
Ningali Allah ta’ala kana sagala perkara
Tegesna kana maojud rek jeuntul atawa sora
Dalil aqalna Allah kana sipat bashor
Kawas dalil sipat sama ngaheunteuken allah anyar
Sabab lamun Allah lolong eta Allah teu sampurna

Lamun Allah teu sampurna tangtu Allah teh anyarna
Allah sampurna atuh ngadangu ningali
Eta ku ditekadkeun kade pisan ulah lali
Ari dalil ningalinamah kana sipat sama bashor

Nyaeta dina al qur’an wa’huwas samii’ul basyiir
13.  Sipat Kalam
Tilu beulasna sipat wajib di pangeran
Nyaeta sipat kalam Allah wajib sasauran
Ari sasauran Allah ta’ala numaha agung
Teu aya harap jeng sora euweh mimiti jeung tung-tung
Mangka mustahil eta pireuna dat Allah
Sabab pireu sipat kurang ka Allah teu munasabah
Ari anu jadi dalil kana ieu sipat kalam
Nyaeta pidawuh Allah dina qur‘an kudu paham

Wakallamallohumuusaa takliimaa
Kitu ayat dina qur’an kudu apal tiap jalma
Nyaeta ieu ayat teh nu disebut dalil naqli
Eta teh sarua bae jeung tujuan dalil aqli
Ari hartina etateh walahua’lam
Ngan kira-kira kieu piken urang anu awam
Allah ngabukakeun hijab sipat kalam ka rosulna
Nyaeta kanabi musa kalawan kalam sampurna
Ari sipat wujud etateh sipat nafsiah
Tuluy lima bada ieu diseubut sipat salbiah
Buktinateh qidam baqo mukholafatuhu ta’ala
Qiyamuhu binafsihi wahdaniat nu peurtela
Saba’da nu geneup sipat ma’ani ngarana
Ti mimiti nomeur tujuh nepi ka tilu beulasna
Buktinateh sipat qudrat iradat jeng sipat ilmu
Sipat hayat sama bashor sipat kalam kudu timu



14.  Sifat Kounuhu Koiron
Wajib dihak Allah sipat nomeur opat belas
Qounuhu qodiron sing apal nepi ka jeulas
Hartina ayana Allah eta dat anu kawasa
Geus dibahas dina qudrot Allah nusagala bisa
Eta mustahil ayana Allah nu apeus
Karena eta nu apeus sipat kurang anu teuges
Ari anu jadi dalil kana teuteup ieu sipat
Eta dalil sipat qudrot ku urang engeus kaliwat



15.  Sifat Qaunuhu Muridan
Nomer lima beulas nu wajib piken hak Allah
Qaunuhu muridan fa’lamhu yarhamu’ kallah
Hartina eta ayana nu sakareup-kareup Allah
Mustahil anu ka paksa tadzakkaru subhanalloh
Ari pikeun dalil teuteup ieu sifat
Nu tiheula geus di tutur nyaeta sifat irodat
Sabab lamun nu kapaksa tangtu Allah anu leumah
Ari leumah pikeun Allah eta mustahil teu  salah



16.  Sifat Qounuhu Aliman
Nomer ka geneupbelas wajib di robbul ijjati
Qonuhu aliman jalma islam kudu ngarti
Hartina ayana allah ta’alateh anu pinteur
mustahil anu bodo Allah tara ka balingeur
Lamun Allah bodo tangtu moal bisaeun
kana ngabuktikun alam nu jelas enggeus dijieun
Atuh ku buktina alam yakin Allah anu pinter
Mangka urang sing ma’rifat sangkan hirup jeujeug beuner



17.  Sipat Qounuhu Hayyan
Nomeur tujuh belas sifat qounuhu hayyan
Nu wajib piken hak Allah dina hayyat didalilan
Anu pihartieunana ayana Allah anu hirup
Mustahil anu maot dalilna alam nutumeutep
Qudrot jeng irodat eta jadi dalil
Kana hirupna pangeran ya Allah robbul jalil
Sabab lamun Allah maot tangtu moal kateuteupan
Ku kawasa jeng ku kareup oge deui kapinteuran
Hirup di hak Allah eta kaharti ku aqal
Nyakitu ayana Allah anu hirup nu jelas netral
Sabab qonuhu hayyan nisbat kana sifat hayyan
Eta disebut talajum hartina ngengket kaseubat
18.  Sipat Qounuhu Samian
Kadalapan belas sifat nu wajib di Allah
Qounuhu samian qoiman fidatillah
Hartina anu ngadangu eta ayana dat Allah
Sabab mun torek teu sampurna moal salah
Ari teu sampurna eta silih sarupaan
Jeng makhlukna anu jelas aya dina kakurangan
Ayana Allah nu torek etateh jelas mustahil
Sabab tangtu Allah anyar anu mustahil cek dalil





19.  Sifat Qaunuhu Basyiron
Wajib di hak Allah sifat ka salapan belas
Qounuhu bashiron urang kudu ngarti jelas
Hartina ayana Allah taala anu ningali
Mustahil anu lolong Allahmah tara pahili
Anu jadi dalil kateuteup ieu sipat
Anu jadi dalil bashor nu pertela ges kaliwat
Kana sakabehna sipat nu wajib pikeun hak Allah

Kudu faham sing ma’rifat ulah poho jeng gagabah
Kade ulah ingkar sabab matak jadi murtad
Ari jadi jalma murtad jalma nu najis I’tiqod
Naudzubillahimindzaliq muga Allah nyalameutken
Tina salahna aqidah muga Allah ngajauhken
20.  Sifat Qounuhu Mutakaliman
Nomeur dua puluh sifat wajib di pangeran
Wahuwa qounullohi ta’ala mutaqaliman
Hartina ayana Allah eta anu sasauran
Mustahil anu pereu sabab fireu kakurangan
Ari seudeung Allah dat anu maha sampurna
Beureusih tina kakurangan sagala pikeun manteuna
Kareuna ari kurangmah eta sifat anu anyar
Kapan dat Allah mah qodimheubte kurang heunteu samara
Conto manusa heunteu weuleh kakurangan
Naha ilmu tawa dun’ya atawa ku sandang pangan
Mangka jelas sifat kurang eta teuteup dinu anyar
Di Allah teu aya kurang Allah sampurna teu samara
Sangges situtur sifat wajib di hak Allah
Jeng sifat nu mustahil jadi jumlah opat pulluh
21.  Sifat Zaij di Hak Allah
Tambah sifat anu wenang anu wajib di tekadken
Ku kabeh jalma mukallaf ulah di popohokeun
Ari nyatana sipat weng dipangeran
Nyaeta ngadameul mumkin atawa ngantunkeun mumkin
Ari buktina mumkinteh eta perkara lianti Allah
Rek bangsa dat bangsa sifat tawa tingkah paripolah
Naha katingali atawa teu katingali
Sakur salianti Allah eta mumkin ulah lali
Saperti tingkahna jalma eta disetbutna mumkin
Eta kuma kareup Allah buktina dohir jeng batin
Deui nugraha balangsak sugih jeung   fakir
Susah bungah untung rugi hirup maot
geuring cageur
Renghap kiceup usik malik eta barang mutamakin
Urang kudu beneur ngarti make tekad anu yakin
Dalil sifat wenang tumeuteupna di hak Allah
Pek ku urang peurhatikeun sangkan heunteu jadi salah
Lamun di kira-kirakeun nu mumkin wajib di dameul
Geus tangtu bakal ka balik kana wajib jeung mustahil
Conto lamun wajib ngadameul manusa cageur
Atun mausa geringteh eta mustahil teu samara
Sedengkeun lamun mustahil ayana manusa geuring
Mangka kabeh manusateh kudu cageur berang peuting
Ari buktina eta ngijir kanyataan
kapan kabeh manusateh gearing cageur kakapeungan
Sabab cageur lain wajib jeng gearing lain mustahil
Tapina geuring jeng cageur kaweunangan robbul jalil
Mangka dimanusa gearing atawa cagerna
Eta jelas barang mumkin sabab bukti duanana
Matak midameul mumkin atawa ngantunken mumkin
Eta weunang pikeun Allah hai muslimin kudu yakin
Kudu beuner ngarti kana ieu sipat wenang
Sangkan teu aral subaha gearing cageur ripuh seunang
Sabab pinuh kayakinan dina hate anu kuat
Eta kaweunangan Allah urang kudu beuner toat



Sifat Nabawiat
Ari kabeh sifat wajib dipara utusan
Nyaeta aya opat meleunggeuran kudu pisan  
Jeung anu mustahil opat eta hiji sifat wenang
Teuteup dipara utusan mu’takod anu teu mangmang

Sifat Sidik
Sifat nu kahiji nu wajib dipara rosul
Nyaeta sifat sidik wajib beuneur para rosul
Mustahil dipara rosul kateutuepan kadib
Hartina mustahil bohong sabab rosul beuneur wajib
Ari dalilna kana teuteup sifat sidik
Sabab lamun rosul bohong ku rang pikir sing telik
Tangtu hobar Alloh bohong tah kapan qur’an buktina
Karena dawuh Alloh teh rosul nu nyumpingkeunnana
Jelas rosul beuneur geus puguh waktu dinesna
Sanajan dina guguyon beuneur bari cariosna 
Moal aya rosul bohong sabab geus jelas dalilna
Maka para rosul bohong atuh nya mustahil




Sifat tablig
Sifat kaduana wajib dipara utusan
Nyaeta sifat tablig para rosul nganeupikeun
Kana hukum Alloh teu aya sumput salindung  

Didatangkeun ka umatna kitu parentah nu agung 
Mangka mustahil para rosul nu nyumputkeun
Kana kabeh hukum Alloh ka umatna ditepikeun
Dalilna mah eta bae lamun dikira-kirakeun

Kana hukum-hukum Alloh para rosul nyarumputkeun
Tangtu urang kudu nyumputkeun hukumna Alloh
Sedeungkeun pikeun urang teh nyumputkeun hukum dicegah
Sabab nyumputkeun hukum teh kana naon hukum Alloh
Eta geus jelas dilaknat kitu dawuh Rosululloh
Sifat amanah
Ari nu katilu wajib dipara utusan
Nyaeta sifat amanah hartina karaksa pisan
Tina tiba kana haram atawa makruh nu kaseubat
Kapan para rosul ma’sum diraksa tina maksiat
Dameul para rosul antara wajib jeung sunat
Dina tingkah sareung laku henteu nincak kana leupat
Mustahil dipara rosul kateuteupan ku khianat
Ku midameul anu haram jeung makruh sarta maksiat
Sifat fatonah                    
Sifat nu ka opat wajib dipara utusan

Nyaeta sifat fatonah wajib teuteup kapinteuran
Anu jadi dalil pinteurna para utusan
Nyaeta ngelehkeun musuh ku hujjah jeung diperangan
Sabab kabeh para rosul teu aya kacaritakeun
Kungsi eleh ku musuhna atawa dilemahkeun
Kabeh rosul menang bae boh padu atawa perang

Jeung musuh anu ngaganggu kana agama ngahalang
Eta jadi dalil kana pinteur para rosul

Ku ayana hujjah padu jeung peurangna teuteup unggul
Mustahil dipara rosul kateuteupan sifat beuleut
Sabab dalil geus nuduhkeun urang ulah jadi ruweut
Sifat jaiz dipara Rosul
Nomeur lima puluh weunang dipara utusan
Sifat arod basyariah nyaeta ka manusiaan
Hartina sakabeh rosul weunang ka sifatan sifat
Biasa bangsa manusa nu henteu ngurangan pangkat
Ka manusiaan nu henteu matak ngurangan
Kana pangkat ka rosulan anu teuteup ka unggulan
Conto saperti teudamang kuleum jeung angkat-angkatan
Barang leueut,barang tuang ical galeuh tutunggangan
Jeung lian ti eta saperti nikah rimitan
Rumah tangga pergaulan nu matak janteun ganjaran
Sabab kabeh laku rosul eta conto kaalusan
Karana laku rosul mah teu aya kamaksiatan
Dipara rosul ku wenangna ieu sifat
Eta bisa jadi tuduh rosul lain malaikat
Karana malaikat mah tara tuang tara leueut
Sanes istri, sanes wandu jeung sanes pameugeut
Malah para rosul lain bangsa golongan jin
Teugeusna bisa ditinggal ku panon urang nu yakin
Karana golongan jin mah teu bisa lumrah beurgaul
Jeung urang bangsa manusa lumrahna jin teu ngajentul
Dipara rosul nalika teu damangna
Nu teu matak jadi cacad martabat para manteuna
Teu aya udur ngalindur sareung teu damang sakalor
Tara kesrek tara corob taya panyawat menular
Ari dalilna teuteupna ka manusaan
Dipara rosul nu mulya henteu aya ka mangmangan
Para sohabat ningali, nguninga sareung nyaksian
Kana jeujak langkah rosul nu teu aya ka hinaan
Sabab para rosul sanajan sok barang tuang
Atanapi barang leueut sanes nga gugu ka hayang
Tapi wungkul karana Alloh ku sabab kuat ibadah
Jeung contoan ka umatna eta teh henteu dicegah
Karana dina kuleumna memang soca dipeureumkeun
Anapon ari manahna eling bae emuteun
Ieu dalil teuh disebut bil musya’hadah
Nyaeta para sohabat nyaksian ka rosululloh
Dina jumlahna sohabat anu pohara seueurna
Anu pada sasareungan dina waktos jumeuneungna
Sareung ebogna sanes ka tungkul ku tunduh
Sabab dina eta kuleum teu weleh dzikir ka Alloh
Buktina  emuteun eta rosul tara ngimpen
Tara ngalindur jeung gundam tapi amal anu nyeupen
Karana tingkah garwana atawa para sohabat
Sanaos manteuna kuleum terang bae tara leupat
Wajib ma’ripat kade pisan ulah hilap
Kana kabeh ieu sifat ka sakur jalma
mukalap
Kudu apal jeung hartikeun asupkeun kana pikiran
Pake I’tiqod nu kuat sapanjangna kahirupan
Jalan I’tiqod ahlu’sunnah waljamaah
Ulah rek bisa kalindih ku I’tiqod nu salah
Sangkan anteung jejeg beuneur nyekelna kana agama
Heunteu bisa jadi robah tina pamalsuan jalma
Ari taohid ka Alloh anu kawasa
Eta ibadah nu ikhlas lain karana manusa
Sabab euweuh nu digugu kajaba Alloh ta’ala
Ku sagala laku lampah dina taqwa nu peurtela
Turut parentahna ngajauhan panyaramna
Dibareungan ku tawakul pasrah ridho salawasna
Eta tugasna manusa dina ieu kahirupan
Buat beukeul ka akherat ngarah hasil ka bagjaan
tina kandungan anu ku urang ditutur
Sagala rupa makhluk wungkul Alloh anu ngatur
Sabab sagalana makhluk eta diatur ku Alloh
Ngan urang dibere kasab jeung ikhtiar ulah salah




Rundayan Rosul Musthofa
Jeng wajib nyaho sakabeh jalma muslim the
Katurunan jungjunan muhamad rosululloh
Kana ti jihat ramana sareng ti jihat ibuna
Ulah rek di lumayanken etateh wajib apalna
Kangjeng nabi teh muhamad utusan alloh
Putrana sayid abdulloh ramana rosul nu katelah
Ari ramana abdulloh abdul mutalib namina
Ieu teh putrana hasim bin abdi manaf buktosna
Abdi manaf teh putra kusoy nu katelah
Kusoy anu putra  kilab ari kilab putra murroh  
Murroh anu putra ka’ab bin luay anu kamashur
Luay anu putra golib ieu golib putra pihir
Pihir bin malik ibni nador bin kinanah
Anu putra hujaimah hujaimah bin mudrikah
Mudrikah teh putra ilyas bin mudor nu putra nijar
Ieu nijar putra ma’ad bin adnan anu teu samara
Ari lungsurran rosul it jihat ibuna
Sayidina Muhammad putra aminah aslina
Aminah teh putra istri ti wahab bin abdimanaf
Ieu mah putrana juhroh bin kilab kade hilap
 Mangka di kilab kumpulna eta lungsuran
Ti ibuna ti ramana henteu aya mangmangan
Kitu ringkesna  lungsuran anu urang    wajib apal
Teugeusna sakabeh muslim nu baleg tur boga akal



Saddatul Ummati
Jeung di perluken  kamuslimin jeung muslimat
Kana kudu nganyahokeun kabeh sadatul ummah
Ari sadatul ummah teh para putra Rosululloh
Anu seueurna teh tujuh alaihim ridwanulloh
Anu kahijina  said kosim anu kateulah
Ieu teh putra pameugeutna Rosululloh putra cikalna Rosululloh
Ka dua saidah jainab tilu saidah rukoyah
Ari anu ka opatna eta saidah patimah
Sareung saidah umukulsum kalimana
Ari anu kageuneupna saidah Abdulloh namina
Ieumah anu di telah ku toyib sareng kutohir
Kitu numut keun riwayat anu kuat tur kamashur
Said ibrohim putra anu ka tujuhna
Iyeu mah putra pameget putra rosul pang bungsuna
iyeu sadayana putra eta ti siti khodijah
Kajaba said ibrohim eta ti siti mariam
Ari sadatul umah teh pang mulyana umat
Dina pangkat kaunggulan di dunia jeung di akherat